Dunia ke 3

mencoba belajar B.inggris dengan mudah

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Rabu, 04 Mei 2011

Comparisons (Part 3): Superlative

www.tips-fb.com by RIDHON


Superlative Comparison

Dalam kalimat perbandingan tingkat superlative, ada 3 hal atau lebih yang dibandingkan. Dari yang dibandingkan tersebut, ada satu yang paling superior (terbagus, tertinggi, ect.) atau ada satu yang paling inferior (terjelek, terpendek, ect.). Pola untuk menyatakan bahwa satu hal paling superior atau paling inferior adalah sebagai berikut:
S + be + the +
(adjective+est)
(most+adjective)
(least+adjective)
(singular noun)
in + singular noun
of  the + plural noun
S + verb + the +
(adverb+est)
(most+adverb)
(least+adverb)
+
in + singular noun
of  the + plural noun
Note:
  1. Rules (ketentuan) dalam membuat superlative adjectives dan superlative adverbspada prinsipnya sama dengan cara membuat comparative adjectives dancomparative adverbs. Bedanya: more menjadi most, dan imbuhan -er menjadi -est. (Lihat Comparisons (part 2) : Comparative).
  2. Noun setelah superlative (kolom ketiga pada di atas) adalah optional (bisa ada, bisa juga tidak ada). Kalau lawan bicara atau pembaca tidak akan menerka-nerka apa yang sedang dibandingkan, noun tersebut dapat dihilangkan. Sebaliknya, jika akan menimbulkan pertanyaan apa yang sedang dibandingkan, noun tersebut sebaiknya disebutkan). (Lihat contoh 1 dan 2 di bawah).
  3. Gunakan singular noun untuk mengikuti preposisition in, dan plural noun untuk mengikuti of the. (Lihat kolom keempat).
  4. Jika digunakan possesive adjectives (seperti: your, my, his, her, their, our, its), articlethe tidak digunakan (Lihat contoh 10 dan 11 di bawah).
Contoh:
  1. Robby is the biggest dog in our neighborhood. (Robby adalah anjing terbesar di lingkungan kami). Kalau noun dog dihilangkan, anda mungkin mengira bahwa Robby adalah nama orang.
  2. My car is the oldest of the three cars. (Mobil saya adalah tertua dari ketiga mobil itu). Noun car setelah superlative oldest dihilangkan, karena anda pasti sudah tau bahwa yang sedang dibandingkan adalah car.
  3. I am the least motivated person in this class in learning English. Please, help me get motivated. (Saya anak yang paling tidak termotivasi di kelas ini dalam belajar bahasa Inggris).
  4. Who is the most attractive girl in your class? (Siapa cewek yang paling atraktif di kelas kamu?).
  5. Is Inul Daratista the sexiest dangdut singer? 
  6. I wish I were the richest person in the world.
  7. I am sad because I am not the most interesting person in her eyes.
  8. Yeyes danced the most beautifully of the three Balinese dancers. (Yeyes menari dengan paling indah dari ketiga penari Bali itu).
  9. Valentino Rossi raced the fastest during the last month grand prix.
  10. Take me as your boyfriend, please. I can be your most caring person on this planet. (Jadilah pacar saya. Saya bisa jadi orang yang paling menyayangimu di planet ini).
  11. Tonight is my most beautiful night in my whole life. (Malam ini adalah malam terindah dalam hidup saya).

Penggunaan “one of the” dan “among the” dalam superlative comparison

Kadang kita ingin mengekspresikan bahwa seseorang atau sesuatu merupakan salah satuyang paling superior (terbaik, terpintar, tercepat, ect.) atau salah satu yang paling inferior (terjelek, terbodoh, terbelakang, ect). Dalam hal ini,  gunakan phrase one of theatau among the, dengan mengikuti pola sebagai berikut:
S + be
one of the
among the
(adjective+est)
(most+adjective)
(least+adjective)
plural noun
in + singular noun
of  the + plural noun
Note: Kalau pada pola sebelumnya setelah superlative digunakan singular noun, di pola ini selalu digunakan plural noun.
Contoh:
  1. Robby is one of the biggest dogs in our neighborhood. (Robby adalah salah satu anjing terbesar di lingkungan kami).
  2. My car is among the oldest cars in this small city. (Mobil saya adalah salah satu mobil yang tertua di kota kecil ini).
  3. I am one of the least motivated students in this class in learning English. (Saya adalah salah satu murid yang paling tidak termotivasi di kelas ini dalam belajar bahasa Inggris).
  4. Bali is one of the most beautiful islands in the world. (Bali merupakan salah satu pulau terindah di dunia).
  5. The Indonesian football team was one of the most frightened teams in Asia years ago, but it is among the worst ones now. (Team sepakbola Indonesia adalah salah satu team yang paling ditakuti di Asia bertahun-tahun yang lalu, tetapi merupakan salah satu team yang paling jelek sekarang).
Common mistakes dalam pola yang menggunakan one of the atau among the adalah digunakannya singular noun. GRAMMATICALLY INCORRECT jika  kelima contoh di atas dituliskan:
  1. Robby is one of the biggest dog in our neighborhood.
  2. My car is among the oldest car in this small city.
  3. I am one of the least motivated student in this class in learning English.
  4. Bali is one of the most beautiful island in the world.
  5. The Indonesian football team was one of the most frightened team in Asia years ago, but it is among the worst one now.


Noun juga dapat digunakan sebagai adjective. Jika dua noun diletakkan secara berurutan, noun yang pertama menerangkan noun yang kedua. Dalam hal ini, noun yang pertama berfungsi sebagai adjective. Noun yang berfungsi sebagai adjective ini selalu dalam bentuk singular (Lihat contoh 3 – 5 di bawah).
Contoh:
  1. I studied Economics at Udayana University. (Saya kuliah Ekonomi di Universitas Udayana).
  2. He just bought a gold watch for his beloved girl friend. (Dia baru saja membeli jam emas untuk pacarnya yang tercinta).
  3. We have to write a report that is ten pages long. The ten-page report must be submitted next week. (Kami harus menulis laporan yang panjangnya 10 halaman. Laporan yang panjangnya 10 halaman tersebut harus disetor minggu depan). Perhatikan: huruf s pada kalimat kedua dihilangkan. Dan, dibubuhkan tanda ‘ - ‘ .
  4. My neighbor has a five-story house. (Tetangga saya punya sebuah rumah berlantai lima).
  5. These are one million-rupiah sunglasses. (Ini adalah kacamata yang harganya 1 juta).
Sebagai adjective, noun juga dapat diletakkan setelah noun yang diterangkannya, tetapi perlu menambahkan  preposition of setelah noun tersebut. Kelima contoh di atas dapat ditulis menjadi:
  1. I studied Economics at the University of Udayana. (Saya kuliah Ekonomi di Universitas Udayana).
  2. He just bought a watch of gold for his beloved girl friend. (Dia baru saja membeli jam emas untuk pacarnya yang tercinta).
  3. We have to write a report that is 10 pages long. The report of ten pages long must be submitted next week. (Kami harus menulis laporan yang panjangnya 10 halaman. Laporan yang panjangnya 10 halaman tersebut harus disetor minggu depan).
  4. My neighbor has a house of five stories. (Tetangga saya punya sebuah rumah berlantai lima).
  5. These are sunglasses of one million rupiahs. (Ini adalah kacamata yang harganya 1 juta rupiah)


Selain adjective murni seperti pada contoh di topik adjectives dan penggunaannya, adjectives juga dapat dibentuk dengan menggunakan verb dan menempatkannya di depan nouns. Caranya ada 2, yaitu dengan menggunakan verb1+ing (participial adjective) dan verb3 (i.e. verb yang digunakan untuk perfect tense)
  1. (Verb1+ing) + noun
  2. Verb3 + noun
Contoh :
  1. I am bored because he is a boring teacher. (Saya bosan karena dia adalah guru yang membosankan). Sekarang coba perhatikan kalimat berikut:
  2. I am boring, that’s why, my friends get bored so easily when we get together. (Sayamembosankan, itulah sebabnya, teman-teman saya (menjadi) cepat/mudah bosanketika kami berkumpul).
  3. The government has increased the gas price. Many people are unhappy because of theincreased gas price. (Pemerintah telah menaikkan harga bensin. Banyak orang tidak senang karena harga bensin yang dinaikkan tersebut).
  4. He has a very frightening face. I am so frightened of him. (Dia punya wajah yang sangat menakutkan. Saya sangat takut pada dia).
  5. We all have tried hard to calm down the frightened boy. (Kami semua telah berusaha keras menenangkan anak yang ketakutan itu).
  6. The watered plant is growing well now (Tanaman yang telah disiram itu sedang tumbuh dengan baik sekarang)
Note: Kita kadang-kadang sulit menentukan kapan kita harus gunakan verb+ing dan kapan harus gunakan verb3 . Dengan membaca arti dari kalimat-kalimat di atas, seharusnya kamu sudah memiliki feeling tentang perbedaan penggunaannya. Tapi, jika anda masih belum yakin benar, please post a question or leave a comment here.


Adjectives (kata sifat ) adalah kata yang berfungsi untuk menerangkan single noun atau noun prhase, dan untuk menerangkan pronoun. Berikut adalah beberapa contoh adjectives yang sering digunakan:
acid (masam)dry (kering)low (rendah)
aerobic (beroksigen)empty (kosong)new (baru)
anaerobic (tanpa O2)fast (cepat )noisy (ribut)
arrogant (keras kepala)fat (gemuk)old (lama, tua)
bad (jelek)fertile (subur)red (merah)
beautiful (cantik)flat (datar)short (pendek)
big (besar)full (penuh,kenyang)slow (lambat)
black (hitam)good (baik)small (kecil)
blue (biru)handsome (tampan)steep (terjal,curam)
bright (terang,pintar)high (tinggi)strong (kuat )
busy (sibuk)hot (panas)stupid (bodoh)
clean (bersih)humble (rendah hati)thin (kurus)
cold (dingin)hungry (lapar)ugly (buruk rupa)
dark (gelap)infertile (tidak subur)weak (lemah)
diligent (rajin)intelligent (pintar)white (putih)
dirty (kotor)lazy (malas)young (muda)

Penggunaan adjectives

Adjectives digunakan untuk menerangkan nouns melalui 2 cara, yaitu:
a.   Dengan menempatkan adjectives di depan nouns. Hal ini karena Bahasa Inggris mengikuti aturan atau pola MD (menerangkan diterangkan). Dan tentu saja anda sudah tahu bahwa Indonesia adalah sebaliknya, yaitu mengikuti pola DM (diterangkan menerangkan).
bad attitude (prilaku buruk)
a dark room (sebuah ruang gelap)
fragrant rose (sekuntum mawar harum)
good person (seorang yang baik)
high mountain (1 gunung tinggi)
a pair of new shoes (sepasang sepatu baru)
red sweater (sebuah sweater merah)
an old car (sebuah sedan tua)
cold water (air dingin)
dirty floor (lantai kotor)
gorgeous girls (wanita-wanita cantik)
ten stupid students (10 siswa bodoh)
three big houses (3 rumah besar)
two young cocconuts (dua kelapa muda)
Adjectives pada tabel di atas, misalnya: red menerangkan sweater (sweater berwarna merah), new menerangkan shoes (sepatu (yang) baru), old menerangkan car (mobil yang tua), young menerangkan cocconut (kelapa muda), dst.
Contoh:
  1. My father has an old car. (Ayah saya mempunyai sebuah mobil tua)
  2. I like young coconut fruits. (Saya suka buah-buah kelapa muda)
  3. All criminals have bad attitudes. (Semua penjahat mempunyai peri laku yang buruk)
  4. Lazy students usually get bad results. (Murid-murid yang malas biasanya mendapatkan nilai/hasil yang jelek).
  5. He is a fast runner. (Dia (adalah) seorang pelari yang cepat)
b. Dengan menggunakan linking verbs di antara nouns dan adjectives.
Kata-kata yang tergolong linking verbs atau copulative verbs, antara lain:
tobe
sound (terdengar)
look (tampak)
smell (tercium,baunya)
seem (tampak)
get (menjadi)
appear (tampak)
become (menjadi)
feel (terasa)
stay (tetap)
taste (terasa)
remain (tetap)
  • To be : is, am, are, was, were, be, dan been. Penggunaan tobe ini harus sesuai dengan  tensis yang digunakan.
  • Sebagai linking verbs, kata-kata ini hanya bersifat pasif, dan hanya berfungsi untuk menjembatani nouns (umumnya sebagai subject kalimat) dengan adjectives (kata sifat) yang menerangkannya. 
Contoh:
  1. This sweater is small. (Sweater ini kecil). 
  2. Mary felt disappointed. (Mary merasa kecewa).
  3. The floor is dirty. (Lantainya kotor).
  4. The shoes are new. (Sepatu itu baru).
  5. That girl is so gorgeous. (Gadis itu begitu menawan).
  6. This house is big. (Rumah ini besar).
  7. The water is cold. (Airnya dingin).
Yang membuat kita bingung adalah kadang-kadang linking verbs (verb yang pasif), juga dapat digunakan sebagai verbs yang aktif. Jika sebagai verb yang aktif,  verb tersebut diikuti oleh adverb, bukan oleh adjectives. Untuk menentukan  apakah sebuah verb adalah verb yang pasif atau verb yang aktif, silakan dibaca topik : Perbedaan penggunaan simple present tense dengan present continuous tense. Cara menentukan verb pasif/aktif ini menjadi penting karena selain terkait dengan penentuan adjective dan adverb, juga terkait dengan dapat/tidaknya digunakan pada tensis-tensis progressive (continuous).